Ibu kota tentunya menjadi incaran tempat untuk pindah oleh semua orang sampai pada pelosok negeri. Keinginan untuk hidup mapan, cita-cita untuk bisa mengubah nasib, tekad untuk mendapatkan penghasilan, dan berhasil di tanah orang menjadi semboyan yang dimiliki oleh banyak sekali pendatang yang akhirnya memilih Jakarta sebagai tempat untuk membangun karier. Setiap tahunnya banyak pendatang yang berbondong-bondong pindah ke Jakarta dengan berbagai macam kriteria. Ada pendatang yang datang dengan persiapan yang sangat matang seperti siap secara mental dan finansial, pendidikan yang tinggi, keterampilan yang mumpuni, link dan jaringan kerja yang sudah tersedia, persiapan tempat tinggal yang sudah dipikirkan jauh-jauh hari sehingga ketika sampai di Jakarta kariernya bisa benar-benar terbangun dengan pesat dan hidupnya sangat sejahtera. Berbeda dengan asumsi banyak kalangan yang kebanyakan datang dari kalangan menengah ke bawah yang datang ke ibu kota hanya dengan tekad untuk mengubah nasib. Berbagai persiapan pun tidak dilakukan sehingga kedatangannya di Jakarta tidak mengubah nasib menjadi lebih baik tetapi malah nasib menjadi sangat buruk.

Tips Menerapkan Pola Hidup Hemat dengan Tingginya Biaya Hidup di Ibukota

Padatnya ibu kota tentunya disebabkan oleh banyak sekali warga pendatang yang kemudian memilih kerja serabutan atau bahkan kerja kasar yang pendapatannya tidak menentu sehingga hidupnya tidak layak memutuskan untuk tetap bertahan karena tidak memiliki ongkos untuk biaya pulang ke kampung. Selain itu, rasa menanggung malu jika pulang ke kampung mungkin juga menjadi faktor tertentu yang menyebabkan banyak orang termotivasi untuk tetap bertahan meskipun tidak mampu bahkan kebutuhan pokok saja tidak terpenuhi secara sempurna. Berbagai permasalahan pun muncul mulai dari saluran sungai yang digunakan sebagai pemukiman, areal rel kereta api digunakan untuk membangun tempat tinggal, trotoar dijadikan sebagai lahan dagang dan masih banyak lagi. Hal ini tentunya disebabkan karena tingginya biaya hidup di ibukota.

Kemacetan yang terjadi dimana-mana juga harus ditanggapi dengan kepala dingin. Jika Anda tipe pemikir dan suka mengeluh tentunya tidak betah berlama-lama tinggal di tempat ini. Karena untuk datang di suatu tempat dengan waktu yang tidak terlambat sudah tentu Anda harus datang 2-3 jam lebih awal. Selain itu, mulailah mencoba bersabar dan menata hati jika kemacetan jalan yang Anda jalani tiap harinya mencapai 12 jam dalam sehari. Kehidupan yang jahat nantinya akan membuat Anda tumbuh menjadi pribadi yang kuat bahkan menjadikan bisa bertahan di mana pun tempatnya. Untuk menghilangkan setres tentunya gunakan akhir pekan untuk bertemu dengan orang-orang tersayang atau dengan melakukan berbagai rutinitas yang Anda sukai. Jangan sampai terlalu banyak lelah dan letih yang terpendam sehingga membuat penyakit cepat datang untuk bersarang.

Tingginya biaya hidup di ibukota juga menjadikan penghasilan seberapa pun besarnya tetap terasa kurang karena baik ditinjau dari biaya transportasi untuk menuju tempat kerja mau pun biaya untuk makan dan lain-lain tetap berada di kisaran yang mahal. Tingkat kriminalitas yang tinggi juga menjadi hal penting yang harus diwaspadai karena memang menjadi salah satu dampak sulitnya mempertahankan hidup dengan penghasilan yang tidak layak. Tentunya untuk mengadu nasib ke ibu kota minimal memiliki kerabat yang sudah terlebih dahulu mengadu nasib di sana sehingga tidak terkesan terkatung-katung bahkan jika tenaga yang dimiliki sama sekali tidak dilirik oleh satu pun lapangan pekerjaan. Jika Anda belum memiliki moda finansial, Anda juga bisa menghubungi doctor rupiah sebagai solusi masalah keuangan Anda. Namun Anda juga harus ingat, meskipun Anda sudah terbantu secara finansial dari doctor tersebut. Anda juga harus tetap memperhatikan pola hidup yang Anda miliki. Pastikan bahwa Anda memiliki pola hidup hemat, yang mana pola tersebut juga harus menjadi sebuah pedoman hidup Anda. Nah, berikut ini beberapa tips yang bisa digunakan agar bisa tinggal di Jakarta dengan pola hidup hemat.

  • Jangan Turuti Gengsi

Tingginya biaya hidup di ibukota membuat gengsi menjadi salah satu hal yang harus dihindari apalagi jika tinggal di kota ini. Berbagai keperluan kebutuhan sehari-hari yang sudah sangat mahal jangan sampai ditahan dengan berbagai kebutuhan yang sebenarnya bisa ditanggung dengan harga murah tetapi Anda tetap keras kepala ingin menjalaninya dengan biaya yang lebih tinggi. Contohnya saja dalam memilih transportasi, untuk bisa hidup hemat tentunya kemana-mana harus menggunakan jasa transportasi yang murah juga seperti angkot atau transjakarta. Jangan sampai karena gengsi yang terlalu tinggi membuat gajimu habis hanya untuk menyewa taksi untuk pulang pergi bekerja. Singkirkan gengsi tersebut jauh-jauh sebelum Anda akan benar-benar tidak memiliki segalanya. Hal lain yang harus ditangani adalah sewa tempat tinggal. Carilah tempat tinggal dengan harga sewa yang sudah disesuaikan dengan isi dompet. Jangan malah mencari tempat tinggal yang mewah tetapi penghasilan Anda bahkan tidak mencukupi untuk itu. Kesuksesan akan dengan mudah Anda dapatkan apalagi untuk mengadu nasib di kota penuh perjuangan.

  • ¬†Pilihlah Tempat Makan yang Murah atau Masaklah Sendiri

Berbagai aktivitas tentunya sudah menyita banyak waktu sehingga mungkin Anda tidak sempat untuk memasak ketika pagi hari. Di tempat kerja banyak sekali kantin yang tersedia tetapi dengan harga yang lumayan mahal. Nah, untuk menanggulangi hal ini maka masaklah nasi dengan rice cooker sehingga nantinya di tempat kerja Anda hanya perlu membayar lauknya saja. Selain itu ketika pulang kerja, carilah warung atau tempat makan dengan makanan yang cocok di lidah dan tentunya dengan harga yang terjangkau. Di akhir minggu tentunya Anda bisa mencoba memasak sendiri dengan berbagai bahan yang tentunya akan membuat pola hidup hemat bisa dijalani dengan sangat baik agar tingginya biaya hidup di ibukota tidak terlalu memberi dampak buruk.

  • Menahan Diri untuk Tidak Menghambur-Hamburkan Uang

Menghamburkan uang maksudnya adalah dengan membeli barang-barang yang sebenarnya tidak terlalu diperlukan seperti model pakaian terbaru, sepatu model terbaru, makanan mewah dengan harga selangit, nongkrong di tempat eksklusif dan lain sebagainya. Untuk membeli barang-barang kebutuhan sehari-hari pun manfaatkan berbagai diskon yang ada sehingga Anda dengan mudah dapat memenuhi kebutuhan dengan harga yang tetap terjangkau tetapi kualitas tetap dipertimbangkan. Pahami kondisi dompet dengan tidak terlalu sering nongkrong atau bahkan hangout bersama teman-teman ketika sepulang kerja. Minimkan pengeluaran atau pilihlan pergi bersama teman-teman hanya di akhir pekan saja sehingga pengeluaran tidak akan meledak dalam waktu beberapa hari saja.

Berbagai kebutuhan ternyata tidak bisa dengan mudah dipenuhi, tetapi tidak salah jika menyisihkan uang untuk hal-hal yang darurat dan mendesak. Kebutuhan yang tidak disangka-sangka kedatangannya seperti ketika mendapatkan bencana atau bahkan  jatuh sakit tentunya memerlukan biaya yang tidak sedikit apalagi jika tinggal di ibu kota. Nah, Anda tidak perlu khawatir meski dalam keadaan tidak memiliki tabungan sepeser pun karena Anda tetap bisa melakukan pinjaman tanpa jaminan dengan sangat mudah bahkan bisa cair hanya dalam beberapa waktu saja.

http://trimoffers.com/wp/wp-content/uploads/2017/09/coast-945484_960_720.jpghttp://trimoffers.com/wp/wp-content/uploads/2017/09/coast-945484_960_720-300x300.jpgbishriehasanKnowledgetipsgaya hidup,keuangan,smart,solusi,tips
Ibu kota tentunya menjadi incaran tempat untuk pindah oleh semua orang sampai pada pelosok negeri. Keinginan untuk hidup mapan, cita-cita untuk bisa mengubah nasib, tekad untuk mendapatkan penghasilan, dan berhasil di tanah orang menjadi semboyan yang dimiliki oleh banyak sekali pendatang yang akhirnya memilih Jakarta sebagai tempat untuk membangun...